tidak dicatat melainkan diketik

Jumat, 03 November 2017

Grasak Grusuk

Pada dasarnya gelap bukan sebuah sesuatu.

Melihat keluar jendela ruang tamu ditengah malam bukanlah kegiatan yang jadi kebiasaanku.Tapi dengan suara grasak grusuk yang kudengar barusan, rasanya bukan manusia biasa kalau tidak berkepentingan untuk mencari tau sumbernya. Paling tidak mengintip untuk memastikan bahwa semua yang terjadi apapun itu di kegelapan sana bukanlah hal yang merugikan diri sendiri. Kalau semua tidak ada sangkut pautnya dengan diriku, itu bisa kusimpulkan aman.

Seperti seorang anak tetangga yang sedang dilahap buaya atau satpam komplek sedang berkeliling diserang vampir. Jangan terlalu realistis kemungkinan itu ada, walaupun bersifat fantasi dan akan jadi cerita yang menarik untuk ditulis. Lagipula kemungkinan diatas tidak memiliki kemampuan untuk merugikanku. Jadi jika hal tersebut terjadi, kamar adalah tempatku menuju setelah mengetahuinya. Yang pasti kamarku nyaman dan ini waktu istirahat. Bagaimanapun tidur itu jauh lebih menyenangkan daripada bertarung dengan buaya atau vampir.

Suara grasak grusuk terdengar lagi sesaat setelah aku menghentikan langkah di belakang jendela. Kali ini lebih jelas, familiar dengan suaranya hipotesa-ku menyatakan itu suara kick starter sebuah sepeda motor. Kenyataan menyaut seperti efek suara saat anda mentjawab kuis dengan benar. Kali ini suara khas motor bebek tua jadi perwakilannya. Melaju dengan perasaan tanpa dosa, si pengendara tanpa helm dan dengan celananya yang pendek diatas lutut pasti tidak merasa telah membangunkan seseorang.

Oke, itu motor. Sumber suaranya kick starter. Dan saya tau bahwa motor yang saya punya kick starternya tidak bekerja dengan baik. Bagaimana ? Pernah waktu itu hujan dan saya cukup keras kepala untuk menerjang banjir, motor itu mogok dan ketika saya mencoba starternya saya berakhir dengan mendorongnya ke bengkel sejauh satu atau setengah kilometer cuma untuk menyalakan mesinnya. Dan....menggadaikan STNK untuk meyakinkan si kasir agar saya boleh membayarnya besok.

Intinya motorku tidak mungkin di starter dengan cara itu. Sementara masih mengintip keluar, memandang jalanan di depan rumah yang gelap. Itu memang bukan motorku tapi apa itu juga bukan motor milik pemilik rumah disampingku ? Dan, apa pencurian motor saja yang jadi kemungkinan yang perlu dicurigai baru terjadi di sini ? Itu bisa jadi pencurian, pembunuhan atau bisa jadi pencurian dan pembunuhan. Inner Sherlock Awaken.

Dan deduksi adalah hal yang patut dicoba, jadi saya melangkah keluar. Memandang sekeliling dan memandang rumah samping kiri rumahku. Penghuninya sebuah keluarga kecil dengan dua anak, yang pertama SD dan adiknya Play Group. Si Anak Pertama sering bermain dengan adikku dan sejauh ini belum pernah ku melihatnya mengendarai motor. Ini penting karena si Ibu adalah Ibu rumah tangga dan setiap siang mobilnya selalu tidak ada di rumah. Berarti saat siang yang bisa mengendarai motor cuma Si Ibu karena si anak pertama belum bisa dan belum mendapat izin Si Ayah yang selalu bekerja membawa mobil. Jadi apa pentingnya punya dua motor ? Satu motor yang terkunci di samping mobil mereka saat ini sudah cukup. Jadi kemungkinan pencurian motor dapat dicoret. Dan...ya aku cukup puas dengan kemampuan melogikaku.

Satu rumah aman, sekarang rumah didepan rumah yang barusan atau mudahnya rumah di serong kiri depan rumahku. Sejauh ini tembok dan pagar tingginya menjanjikan privasi yang terjaga. Bahkan tetangganya sepertiku tidak banyak tahu tentang mereka. Yang kutahu mereka memelihara 3 ekor anjing, yang satu sudah dewasa dan sisanya anak dari si anjing pertama. Mereka mengonggong bergantian saat ada yang melewati depan pagar rumahnya dan itu berisik sekali. Jadi sebelah kiri rumahku kemungkinan besar aman karena tidak ada gonggongan yang terdengar.

Depan Rumahku dan samping kirinya adalah tanah kosong yang dipakai sebagai lahan parkir mobil rumah sebelahnya. Jadi mereka melapisinya dengan paving block agar tidak langsung menyentuh tanah yang menjadi lembek saat hujan. Dan sebelah kanan rumahku merupakan penghubung antara satu gang dengan gang sampingnya. Everything seems right and everyone should be happy. Lalu saya melangkah masuk kedalam rumah untuk menghentikan kegiatan terpuji ini.

Untuk peduli dan melangkah keluar tampil sebagai orang baik dan jadi panutan, belakangan ini jadi berat untuk bersikap seperti itu. Untuk jadi sosok yang dilihat itu membuatku terikat pada ekspektasi luar orang orang disekitar. Dan....ya ekspektasi seperti yang pernah kukatakan adalah sebuah kutukan. Jika iya aku dibutuhkan untuk melakukan sesuatu yang berpotensi jadi begitu penting, tolong biarkan aku memastikan tidak ada penonton.