Malam ini gua dibuat bingung oleh sesuatu bernama presentase penerimaan. Sesuatu kayak kemungkinan gua bisa diterima disebuah UNIVERSITAS. Sampai akhirnya gua disentil sama nggak tau siapa, gua disentil untuk nginget lagi siapa diri gua.
Ini H-18 Ujian Besar yang cuma datang satu tahun sekali. Sesuatu yang gua juga agak kaget kenapa tiba tiba didepan jidat gini. Perasaan baru kemarin aja gua ngeliat pengumuman SBMPTN tahun lalu yang menyesakkan dada. Dan sekarang udah H-18 aja.....kaget gua. Jadi kayak film horror gitu, tiga detik yang lalu gua liat setan di depan pintu, terus ilang dan tiba tiba dibelakang gua. Kampret.
Jujur gua masih ngerasa gua belom siap. Iya, dengan satu tahun bebas pendidikan wajib yang digantikan dengan kesibukan baru (kerja) dan kesempatan belajar yang mood-mood-an gua baru sadar bahwa gua bisa lebih dari itu belakangan ini. Nyesel ? Nggak kok, nggak tau kenapa gua sadar bahwa kerja ngasih gua perspektif yang lebih "dibawah kesadaran" soal materi pelajaran. Gua jadi lebih ngerti tentang suatu materi, tentang idenya dan ketika gua ngeliat soal gua jadi lebih jelas bisa ngeliat gimana ini ngalir.
I found myself as an upgraded person when i try to stop and put myself on the past.
Dan hari ini, hari ini adalah hari penting. Karena gua harus ngisi Borang SBMPTN lagi, untuk kedua kalinya di masa hidup gua. Tentu agak sedikit trauma yang terbentuk tapi semua lancar. Gua mulai ngitung itu yang namanya presentase, passing grade dan yang lain lain. Sampai akhirnya gua sampe di titik dimana kelogisan gua menghapus mimpi lama gua. Universitas impian gua yang udah gua tulis namanya didinding kamar selama ini, dinyatakan memiliki kemungkinan yang kecil untuk gua tembus.
Depresi, iya. Gua mulai cari dan cari lagi mana yang paling mungkin untuk gua tembus. Hasilnya, ada beberapa yang punya probabilitas gede. Semakin gua list semakin banyak dan kelogisan gua membunuh mimpi gua. Kayak gimana ya......kayak pernah nggak sih lo udah nabung buat beli baju yang lo pingin tapi pas mau bayar liat celana yang lebih murah. Terus lo balikin bajunya dan pulang bawa celana.... Ini mungkin lebih mudah karena lo tau bisa bayar bajunya karena tabungan lo udah cukup. Tapi ini SBMPTN..... there is no such thing like 'price you need to pay' there...
Bodohnya gua juga sih...kenapa nggak pernah mikir sejauh ini.
Dan seketika itu juga gua sadar bahwa "Oh iya ya... gua punya satu tahun untuk mempersiapkan diri gua, gua bisa aja ngecek itu setiap hari tapi nyatanya nggak...gua nggak tertarik". Gua emang gak pernah peduli sama kemungkinan yang berupa nomor nomor. Selama ini gua cuma tau untuk membuat diri gua tau yang terbaik yang bisa gua lakukan di sebuah momen, gua nggak peduli sama perhitungan kemungkinan yang bisa gua dapat. Belajar semua materi secara mendalam tanpa pernah try out. You know who am i ? I'm the MadMan with something he believe, ignoring how impossible it will be happening. So bring it on ! I have a new weapon and i have nothing to lose.
Ini H-18 Ujian Besar yang cuma datang satu tahun sekali. Sesuatu yang gua juga agak kaget kenapa tiba tiba didepan jidat gini. Perasaan baru kemarin aja gua ngeliat pengumuman SBMPTN tahun lalu yang menyesakkan dada. Dan sekarang udah H-18 aja.....kaget gua. Jadi kayak film horror gitu, tiga detik yang lalu gua liat setan di depan pintu, terus ilang dan tiba tiba dibelakang gua. Kampret.
Jujur gua masih ngerasa gua belom siap. Iya, dengan satu tahun bebas pendidikan wajib yang digantikan dengan kesibukan baru (kerja) dan kesempatan belajar yang mood-mood-an gua baru sadar bahwa gua bisa lebih dari itu belakangan ini. Nyesel ? Nggak kok, nggak tau kenapa gua sadar bahwa kerja ngasih gua perspektif yang lebih "dibawah kesadaran" soal materi pelajaran. Gua jadi lebih ngerti tentang suatu materi, tentang idenya dan ketika gua ngeliat soal gua jadi lebih jelas bisa ngeliat gimana ini ngalir.
I found myself as an upgraded person when i try to stop and put myself on the past.
Dan hari ini, hari ini adalah hari penting. Karena gua harus ngisi Borang SBMPTN lagi, untuk kedua kalinya di masa hidup gua. Tentu agak sedikit trauma yang terbentuk tapi semua lancar. Gua mulai ngitung itu yang namanya presentase, passing grade dan yang lain lain. Sampai akhirnya gua sampe di titik dimana kelogisan gua menghapus mimpi lama gua. Universitas impian gua yang udah gua tulis namanya didinding kamar selama ini, dinyatakan memiliki kemungkinan yang kecil untuk gua tembus.
Depresi, iya. Gua mulai cari dan cari lagi mana yang paling mungkin untuk gua tembus. Hasilnya, ada beberapa yang punya probabilitas gede. Semakin gua list semakin banyak dan kelogisan gua membunuh mimpi gua. Kayak gimana ya......kayak pernah nggak sih lo udah nabung buat beli baju yang lo pingin tapi pas mau bayar liat celana yang lebih murah. Terus lo balikin bajunya dan pulang bawa celana.... Ini mungkin lebih mudah karena lo tau bisa bayar bajunya karena tabungan lo udah cukup. Tapi ini SBMPTN..... there is no such thing like 'price you need to pay' there...
Bodohnya gua juga sih...kenapa nggak pernah mikir sejauh ini.
Dan seketika itu juga gua sadar bahwa "Oh iya ya... gua punya satu tahun untuk mempersiapkan diri gua, gua bisa aja ngecek itu setiap hari tapi nyatanya nggak...gua nggak tertarik". Gua emang gak pernah peduli sama kemungkinan yang berupa nomor nomor. Selama ini gua cuma tau untuk membuat diri gua tau yang terbaik yang bisa gua lakukan di sebuah momen, gua nggak peduli sama perhitungan kemungkinan yang bisa gua dapat. Belajar semua materi secara mendalam tanpa pernah try out. You know who am i ? I'm the MadMan with something he believe, ignoring how impossible it will be happening. So bring it on ! I have a new weapon and i have nothing to lose.