tidak dicatat melainkan diketik

Rabu, 03 Maret 2021

Produk.

 Mencicipi kedewasaan, mencelupkan kesadaran ke tanggung jawab manusia dewasa. Again, mental breakdance. Perlu dibiasakan, agar kebal dan dapat mengendalikan. Udah ngeluhnya cerita yang lain. Dari sudut pandang saya, orang yang paling menderita adalah orang yang punya mata bagus. Orang yang punya selera bagus dan standar yang tinggi. Bapak saya salah satunya. Belakangan saya dikasih kepercayaan, selesaikan salah satu pekerjaanlah biar nggak terlalu detail ceritanya.

Pekerjaan ini butuh hasil yang mempesona (bukan hanya bagus tapi mempesona). Alasannya ? Karena akan dijadikan project dari korporasi-nya si customer untuk diterapkan di semua cabang. I know my father, i know what he would do. But i dont expect it to be this extreme.

It's hard to be someone with a high standard, but it would be harder to be a kind person with a high standard. So that's it. Itulah ceritanya, jadi bapak saya mengambil kain lap-menggosok bagian yang kurang rapih-kurang bagus. Meng-komando-i satu bengkel untuk menempa satu produk ini untuk menjadi paling tidak acceptable dimatanya. Tapi ada satu hal yang luput darinya, pekerjaan lainnya yang harusnya kita kerjakan hari itu jadi terbengkalai dan hari ini hari deadlinenya. Salah satunya adalah pekerjaan yang saya pegang, yang saya jadwalkan seharusnya sudah selesai. Hari ini saya dimintai pertanggung jawaban, agak kesel tapi gimana ya...sudahlah.

Kalo suatu hari nanti saya begitu terobsesi untuk memukau seseorang dengan produk saya, tuhan tolong kirimkan seseorang untuk paling tidak menampar-mengingatkan saya.

0 komentar:

Posting Komentar