tidak dicatat melainkan diketik

Minggu, 18 Juli 2021

Clean the past

 Barusan saya mengirim pesan via whatsapp ke penanggung jawab kelas untuk menanyakan perbaikan nilai, rencananya sekalian untuk menanyakan perihal pembayaran uang kuliah semester lalu yang statusnya masih cicil di semester 4 yang lalu. Hari ini saya berupaya mengambil langkah untuk membereskan masa lalu yang sifatnya masih menggantung, berbulan bulan sudah menghindar saya rasa sekarang saatnya.

Mendewasakan diri katanya dilakukan dengan mengurangi sifat kekanak-kanakan, saya rasa ada betulnya. Menghindar dari masalah merupakan sifat kekanak-kanakan. Kenapa hari ini ? Mungkin dari buku Jordan Peterson "12 Rules For Life" yang tadi malam saya baca. Bagian bukunya yang bercerita aturan nomor 10 (atau 11?) bilang "Be Precise at Your Speech", bercerita bahwa kehidupan itu sederhana selama semuanya dalam kontrol. Bicara tentang kontrol tersebut bisa kapan saja hilang dan keadaan darurat muncul dimana kita mulai menanyakan segala hal.

Darurat atau Emergency dalam bahasa inggris berasal dari kata Emergence yang artinya kemunculan. Muncul dapat dipahami bahwa apapun yang muncul nanti, hal tersebut sudah ada disana sejak lama. Memahami bahwa sensasi kehidupan yang sederhana pada dasarnya terasa seperti berdiri diatas lapisan es di danau yang membeku, kita bisa bicara tentang tebal tipisnya nanti tapi yang jelas dibawah sana selama ada air mendekati titik beku berdiri diatasnya tidak selamanya akan aman.

Be Precise at Your Speech pada dasarnya merupakan saran atau aturan yang ditetapkan oleh Jordan Peterson untuk pembacanya agar terhindar dari kekacauan dalam hidup, saran yang satu ini bicara tentang komunikasi. Lakukan komunikasi mengenai keresahan yang kamu miliki dengan orang yang kamu rasa punya kapabilitas untuk memperbaiki atau memberikan solusi atas permasalahan tersebut, entah sekecil apapun keresahan tersebut kamu dapat memutuskan sendiri kapan harus menunggu kapan harus melepaskan. Tuhan tahu nilai dan status pembayaran uang kuliah saya sangat mampu untuk dapat digolongkan sebagai meresahkan.

Pertanyaan selanjutnya akan jadi, kenapa saya selama ini menunggu ? Jawabannya adalah, entahlah saya juga kurang paham. Saya rasa kecenderungan kepribadian saya untuk enggan merepotkan orang lain memiliki sumbangsih terhadap hal ini. Mungkin obsesi saya dengan karakter Thomas Shelby juga berpengaruh, filosofinya adalah menggunakan hal buruk sebagai senjata dimasa depan. Tadinya saya mau menggunakan faktor nilai saya supaya bisa bebas dari kewajiban melanjutkan studi S2, tapi saya memutuskan untuk memang mau lanjut ke S2 jadi senjata ini tidak ada fungsinya lagi. Oh my manipulative self...

0 komentar:

Posting Komentar