tidak dicatat melainkan diketik

Selasa, 07 April 2020

Start-Up Eps. 5

You can change what you do, but you can't change what you want.  -Tommy Shelby

Saya stuck. No progress. No update. That's all.

Ini jalan yang berat, bahkan diawalnya kamu sudah dihentikan oleh dinding tak terlihat ini. Prinsip awal perusahaan adalah untuk membantu-mempermudah. Masalahnya adalah dunia yang kita tempati saat ini adalah dunia yang penuh kemudahan. Semua jawaban ada diinternet-laper?gofoof, males naik KRL Gojek...Cari furnitur? TokPed....Easy as we could possibly imagine dan belakangan saya merasa jika ada yang lebih bisa dipermudah lagi itu membutuhkan pengembangan secara serius dari banyak sisi. Ada area abu disuatu tempat, suatu lahan yang belum tersentuh yang memenuhi persyaratan bahwa ikita peduli pada bidang tersebut dan bidang itu dibutuhkan. Area yang sudah pasti tidak meliputi ide usaha yang sebelumnya saya pikir termasuk.

Waktu akan membuat kita jujur.

Tentang Kerja Sambil Kuliah

Langsung ke inti tulisan, kerja sambil kuliah bukan untuk semua orang. Statement yang gua bisa simpulkan setelah selama 4 Semester melakukan kegiatan melelahkan, ngeselin dan kadang bikin gua mikir lagi tentang alasan kenapa gua mau kuliah. Kalau jawaban tadi udah memuaskan lapar kamu akan kepastian yang dapat diperoleh dari orang yang udah kurang lebih dua tahun mencoba di kehidupan nyata ide luar biasa kamu, kamu boleh pergi-sama sama.

Belakangan saya/gua (agak labil pake yang mana) jarang nulis blog ini, terlalu sibuk adalah alasan yang mungkin akan ngasih kesan keren dan nutupin fakta bahwa tidur lebih memberi keuntungan pada kondisi saya saat ini. Lelah-tekanan-rasa takut yang pelariannya cuma bisa dengan tidur, jadi alasannya. Bukan buat nakut nakutin tapi ini yang akan kamu hadapi ketika kamu ngambil jalan tengah ini. Jalan yang sepi dan dingin untuk makhluk kurus kerontang seperti saya.

Mengingat kembali saat saya membayangkan dan berharap kehidupan kampus yang penuh waktu senggang, begitu damai-mungkin akan sering main dan ngobrol bareng sesama mahasiswa-baca buku novel dan buku buku ideologi kayak bukunya friderich nietzche. Sampai akhirnya angin apa memasukiku untuk mengambil Kelas Malam dan membagi waktu dengan kesibukanku mengurus usaha bapak. Maksudku, bukan keputusan yang buruk walaupun bukan yang baik juga. Tapi, kalau ekspektasi kamu adalah untuk mendapatkan kehidupan selayaknya manusia manusia muda penuh hormon pada umumnya-keputusan untuk masuk kelas malam dan kerja adalah kebodohan yang absolut.

Saya yakin kamu kuat, salah satu kemampuan paling mencengangkan yang manusia miliki adalah bagaimana kita dapat beradaptasi dengan lingkungan apapun yang kita pilih untuk hidup didalamnya. Statement yang besar, untuk pikiran yang kecil. Sejalan dengan waktu yang kamu habiskan nanti, kamu akan melengkapi diri kamu dengan semua yang kamu butuhkan untuk menjalaninya. Jadi kalau gitu apa yang saya maksudkan dengan "Kuliah Malam Bukan Untuk Semua Orang" ? Saya yakin apa yang saya coba katakan adalah tentang hal lain yang akan menguji kamu sebagai seorang yang kuat. Hal yang benar benar saya sulit untuk bisa lakukan, lebih sulit dari mengatur energi dan waktu (Mood juga). Untuk menjadi Rendah Hati.

Pengalaman-ku mengatakan bahwa kerja itu melelahkan, entah kantoran maupun lapangan. Kerja itu capek dan kalau kamu ketemu teman kamu atau orang yang gak kamu kenal masih sempat mikir jauh kedepan dan mengambil kesempatan kuliah tanpa melepaskan kewajibannya bekerja-percaya saya orang itu orang hebat. Sayangnya gak semua orang bisa liat itu, kecuali dosen dosen yang ngajar kelas malam. Kamu bisa debat ini, kamu bisa bandingkan dengan kegiatan kamu yang penuh kesibukan organisasi-blah blah blah diakhir hari kamu akan malu sendiri dengan argumen-mu. Kerja itu berat-kuliah itu berat, berat yang dipanggul anak kelas karyawan mungkin 3 kali beban yang kamu rasakan saat ini. Beban yang kamu pilih untuk ambil jika kamu milih opsi kerja-kuliah.

Ketika nanti kamu pilih opsi ini, ingat bahwa kamu milih opsi ini untuk diri sendiri. Ambil semua pahitnya, nggak semua orang ngerti beban yang kamu pikul (walaupun seiring waktu akan). Sayangi diri kamu sendiri dengan tidak mengemis rasa hormat orang lain, pengertian ataupun keringanan karena akan jarang kamu bisa dapet hal hal itu. Jalan dengan kecepatan kamu sendiri-kalau gagal coba lagi. Kalau ada anak senior yang teriakkin kamu di Lab karena mereka merasa berhak untuk melakukannya-ambil aja jangan biarin omongan mereka melukai harga diri kamu. Kamu tahu yang mana anak kecil-mana orang dewasa, kamu tahu dunia dan hidup berdiri tegak didalamnya. Jangan ganggu masa pendewasaan orang lain yang mungkin berjalan lebih lambat dari punyamu. Jangan iri.

Untuk menjadi rendah hati, untuk kuat melaju, tak tersentuh tanpa kehilangan semua kapasitas kamu untuk menjadi baik adalah apa yang kamu butuh. Apa yang aku butuh dan coba miliki di masa masa berat ini. Rasa nggak enak kamu ketika ninggalin temen kerja kamu yang lembur karena kamu punya kelas atau ujian untuk dihadiri nanti ngedorong kamu untuk melakukan lebih diwaktu kerja normal. Kuliah malam bukan untuk semua orang, kuliah malam untuk kamu yang berjuang dalam diam dan nggak merasa butuh dipandang dengan hormat oleh orang lain.

Untuk saya sendiri saya belum bisa nyebut diri saya anak malam sepenuhnya, saya kerja untuk perusahaan keluarga saya dan belum pernah kerja untuk orang lain. Tuhan maha tahu apa yang terjadi jika Boss-mu merangkap jabatan sebagai orangtua-mu juga. Semoga apa yang aku rasakan dan amati selama ini mewakilkan kondisi dan tantangan kita (kamu juga mungkin ?). Okay...thats all.

Update : Saya dapet tawaran program fast track langsung S2, dengan syarat kuliah pagi....well, makin sulit sih ngatur fokus dan waktunya. Saya bahkan gak tahu masih mungkin gak saya untuk aktif secara serius di workshop, but...someone has to find out.