tidak dicatat melainkan diketik

Selasa, 30 Juni 2020

Tentang Singkong

Hei, senang ada yang baca tulisan saya. Apapun yang kamu lakukan di keseharian kamu, semoga yang kamu lakukan selesai dengan baik. Mungkin nggak selalu mudah, ada masanya kesulitan nggak terhindarkan. Tetap melaju dan sampai semua kemungkinan tereliminasi, saya harap kamu punya tujuan lain dan mimpi lain untuk dikejar selain yang sebelumnya. Mudah mudahan mimpi baru kamu lebih menantang, lebih menyenangkan, lebih berarti buat kamu. Semoga orang yang kamu peduli tentangnya, merasakan usahamu yang kamu dedikasikan untuknya. Semoga rasa yang kamu punya tersampaikan. Love, right ?

Tentang cinta, dari orang yang belum pernah berada dalam hubungan. Semoga gak garing dan kalau pun garing semoga garing yang lucu kayak statusnya Fahri Skroepp. Ayo kita asumsikan kamu tau dia... It seems everyone that grows up with me, has reach the final stage of this journey. Seakan berhenti entah dimana, saya gak bisa lagi relate dengan mereka. Seakan terpisah dari gerombolan dan nyasar di sebuah kediaman suku pemakan batang pohon singkong-bukan akarnya atau daunnya. Sementara yang lain juga terbelah menjadi dua kelompok yang satu berakhir di kediaman suku yang hobi banget masak daun singkong pake santan dan yang di suku yang suka banget makan singkong thailand.

Suku pemakan daun singkong tahu daun yang mereka konsumsi akan tumbuh lagi dalam suatu rentang waktu. Yang mereka lakukan tidak akan merusak pohon, jadi santai aja-petik sebanyak mungkin. Daunnya rusak ? jangan dimakan, masih banyak yang lain. Cari yang tepat, sayangi dirimu. Mungkin pengalaman akan menjadikan kita sebagai orang yang lebih pintar milih daun singkong. Komunitas ini berisi para petualang, penjelajah dan orang orang dengan jiwa bebas. Hidup adalah petualangan.

Sementara sepupu saya, sebut saja Mawar tiba dan menetap di pemukiman suku yang suka makan singkong thailand. Dia mempelajari filosofi singkong thailand dengan sepenuh hati dan setelah 5 tahun menjadi murid dari seorang master singkong thailand yang terkenal disana, dia mendapat pengakuan dari penduduk setempat sebagai Master Singkong Thailand Muda yang akan meneruskan usaha gurunya mempertahankan resep rahasia yang diturunkan dari nenek moyang sang guru. Ada yang bilang rahasia resep tersebut terdapat pada pemilihan singkong yang sangat teliti, umur pohon dan jenis pohon sangat diperhatikan. Ada juga yang bilang pemilihan yang salah akan merubah rasa Singkong Thailand. Sebuah ajaran ortodoks dari suku ini bilang bahwa, semua singkong yang seseorang telah pilih harus dihabiskan tanpa ada yang dibuang. Seorang yang melanggar akan dipandang hina dan mungkin diusir dari komunitas.

Saya berada di kampung aneh ini, dimana orangnya gak tega makan pohon singkong. Gak ada juga aturan ortodoks atau orang orang yang punya jiwa muda dan penjelajah. Kampung ini penuh orang yang biasa aja, banyak diem, gak tegaan tapi umurnya pendek pendek. Anehnya kampung ini punya banyak tabib. Tabib disini biasa mengolah batang singkong untuk dijadikan obat, prosesnya sakral. Buat 1 batang yang ditebang, 3/4nya harus ditanam lagi. Katanya sih, katanya loh...nenek moyang mereka dulu pohon singkong. Filosofi kita begini, "Pohon Singkong kan makhluk juga, memanfaatkannya untuk kebutuhan kita bukannya buruk toh pohon singkong bisa dimakan dan kita bisa makannya karena memang diciptakan begitu. Cuma apa kita akan nurut aja dengan bagaimana kita diciptakan ? Apa kita sekecil itu untuk tidak melawan takdir...". Cerita yang beredar, dulu pernah orang orang kampung ini sampai pernah gak makan apa apa kecuali buah. Tapi belakangan dengan lahirnya pemikir pemikir muda (yang mengalami kebotakan) gagasan baru dikemukakan. Para pemikir muda ini percaya bahwa gak mungkin untuk melawan takdir kita yaitu menjadi ciptaan, tapi bukan berarti kita nggak bisa menjadi lebih. Mereka percaya bahwa kita bisa jadi lebih dengan menjadi ciptaan yang menjadi perpanjangan tangan sang pencipta.

Agak sinis mungkin...bahwa saya barusan menyamakan kegiatan menyayangi seseorang dengan memakan singkong. Agak aneh juga. Tapi mungkin kamu bisa dengarkan penjelasan saya dulu, kegiatan apa yang kita lakukan tanpa manfaat ? Bahkan rebahan seharian swipe HP sana sini ada manfaatnya...dan bukan hal yang buruk untuk mendapatkan kebaikan sesekali. Bukannya jadi Mario Teguhh atau siapa, tapi saya pikir hubungan juga punya manfaat. Memang bukan realita yang paling bercahaya yang kita punya saat ini, hal bisa jadi buruk-sangat buruk kadang dan punya seseorang yang masih bisa melihat kita sebagai seorang individu disaat dunia menginjak-injak? It's something. As for me, perhaps i just love loathe myself too bad i can't feel an urge or importance to feel like something. My cynical ass as usual.

Jumat, 12 Juni 2020

Terlalu

Mungkin aku terlalu banyak untuk menjadi satu yang bisa dilihat. Terlalu melebar untuk dihitung satu. Terlalu lengkap untuk diangap.

Selasa, 02 Juni 2020

Start-Up Eps. 6 : Secercah Cahaya

Mungkin pada akhirnya cinta yang tak terucap akan terulang lagi dalam cerita, dan lagi sampai akhirnya terucap. Sampai mungkin saat hati nanti patah lingkaran ini akan berhenti, mengikhlaskan tahanannya untuk pergi. Mungkin yang kita benar benar ingin lakukan memang seharusnya dilakukan, terlepas seberapa menggelikan jadinya nanti. Biar gagal datang segera, untuk melihat seberapa kuat hati kita.

Saya kembali dari workshop bapak hari ini, agak malam-sekitar 18.30an. Tidak seperti hari lain aku membawa sesuatu hari ini, prototype bisa dibilang. Yang pada prosesnya bukan suatu kegiatan membuat prorotype dari suatu desain-melainkan proses design+pembuatan itu sendiri yang secara langsung dan bersamaan dilakukan. Saya sadar bahwa proses membuat yang paling efisien adalah yang bikin tangan kotor. Dan juga yang tingkat realisasinya paling tinggi. Kamu bisa cek belasan rancangan tanpa realisasi di komputerku. Led by wonder, saya melahirkan entah...karya ini ? Belum bisa dibilang produk karena masih banyak kekurangannya. Saya benar benar menyukainya.

Finishing. Cat. Tunggu Kering. Walaupun ada kegagalan dalam pengecatan pertama yang entah kenapa gak bisa kering, yang selanjutnya membutuhkan saya untuk mencuci karya ini dengan thinner. Karya ini selesai, lebih cantik dari bentuk dasarnya dan memberikan kesan yang menyenangkan saat melihatnya. Belum bisa disebut produk, tapi semakin dekat.

Visi saya tentang karya ini terasa tersampaikan, Seperti "apa maksud karya ini ? dimana tempat karya ini ?" somehow orang yang saya tunjukkan wujudnya dapat memahami dan itu benar benar menunjukkan potensi karya ini menjadi suatu produk. Menyenangkan.