Jika kita tidak dilahirkan spesial, mungkin cerita hidup kita tidak akan tertulis bagaikan legenda pahlawan. Mungkin, kita tidak akan dikenang dan dikagumi setelah terkubur Mungkin nanti suatu hari kita akan melihat orang yang lebih hebat, lebih berpencapaian, lebih berani, lebih pintar, lebih kaya, lebih sukses. Mungkin kita akan tersisihkan dari cerita indah kita selama ini sebagai seorang karakter utama. Hari itu mungkin kita akan mengunci diri dikamar, menutup telinga dengan earphone yang sudah tidak sebagus waktu pertama dibuka dengan iringan musik dari spotify. Jika kita tidak ditakdirkan spesial, mungkin nanti kita akan dijebak untuk menjalani pekerjaan 9-5.
Pergi tamasya dihari sabtu, capek-sampai malam gapapa karena besoknya minggu. Atau untuk kawan kita yang perlu masuk kerja dihari sabtu, menikmati kelegaan dijalan pulang dimalam minggu-tidur seharian besoknya. Mungkin cicilan akan secara rutin membuat jantung terasa kepeleset, tapi nanti juga biasa dan kalau memang tak bisa lanjut yasudah ikhlaskan saja. Jika memang kita tidak spesial, mungkin rasa sungkan untuk bicara dengan senior yang belagu akan terus mengganggu sarapan pagi. Dengan waktu-pun kita nanti jadi senior, kita bisa belagu nanti. Mungkin instagram akan diisi dengan kunjungan yang dekat dekat aja, paling jauh waktu lebaran-lalu merasa iri dengan kehidupan influencer yang cuma rebah rebahan di kapal ferri.
Jika kita tidak dilahirkan spesial, mungkin keseharian akan diisi dengan mengangguk. Kadang mungkin pundak juga ditepuk, senyum-senyum atasan yang claim hasil begadang kamu. Perlu setrika kemeja putih sebelum ketemu HRD, supaya first-impression bagus walaupun tau kriteria yang diminta misterius. Mungkin nanti saat berat beratnya kamu mulai mencari cinta, untuk punya tempat pulang-agar bisa nanti dibeberapa malam untuk tidur tenang. Lalu, setelah dicari tak ketemu, ditunggu tak datang-datang....kamu patah hati pada kehampaan. Semoga pelukan, yang kita rindu-yang kita nanti segera dihadirkan.
Suatu saat mungkin akan dirumahkan, dengan alasan yang dibuat agar tidak terasa canggung. Marah, sedih, takut dihirup dalam satu tarikan nafas-kemudian kamu pulang.