Ing Ngarso Sung Tulodho. Yang didepan menjadi teladan.
Tapi apa teladan yang kita maksudkkan disini, apakah menjadi manusia yang luhur dan berbudi pekerti ? Manusia yang ambisius ? Manusia yang terobsesi ? Kata teladan berkonotasi baik, namun baik selalu terasa pribadi dan relatif pada hal yang lebih kompleks. Oleh karena itu menjadi didepan bukan hanya memberikan kita pertanyaan, tetapi juga sebuah beban untuk menjadi sesuatu yang dinilai umumnya baik.
Kemudian pertanyaannya adalah apa yang umumnya baik ? Perlukah kita membuat studi untuk memetakan persepsi masyarakat mengenai baik ? Karena "baik" yang seperti ramah, sopan dan jujur sudah tertanam dalam pikiran semua orang, saya merasa kita perlu lebih spesifik lagi mengenai "baik" mengingat masih saja banyak orang yang dapat dinilai tidak baik berkeliaran di sekitar kita.
Mungkin kita perlu lebih spesifik merumuskan tentang bagaimana melainkan apa. Bagaimana menjadi orang baik, bagaimana untuk tidak menjadi orang yang "tidak baik". Tapi mungkin itu untuk kelanjutannya nanti, pertanyaan kita harusnya masih mendasar, bagaimana orang yang "baik" sebenarnya ?
Ide saya adalah untuk tidak mendefinisikan baik sebagai sesuatu yang universal, melainkan membuatnya parsial dan unik antara satu kepentingan dan yang lainnya. Ibu yang baik berada di samping anaknya selama masa pertumbuhan mengkondisikan makanan dan rumah yang nyaman untuk memfasilitasi tumbuh kembang anaknya. Tapi Ibu yang baik juga bisa menjadi seorang yang mengejar karir, mengabaikan insting keibuan untuk mencoba menghadirkan dunia yang lebih baik untuk anaknya kelak.
Kemudian kebaikan dipengaruhi oleh penilalian masing masing individu, mengenai mana yang lebih bermakna. Sehingga teladan yang kita bicarakan menjadi tidak terdefinisi dengan jelas dan kita kembali ke pertanyaan awal.
Mungkin melainkan semacam aturan main, teladan merupakan sebuah sikap. Sikap menunjukan secara nyata melalui tindakan dan keputusan yang mencerminkan nilai yang sebuah komunitas ataupun sekelompok individu anggap bermakna. Mungkin saja...