Ada banyak hal yang seharusnya membuat kecewa, meskipun begitu disinilah kita-berpegang teguh pada keyakinan bahwa semua jam, tenaga dan uang yang telah disalurkan pada "satu hal" ini suatu saat nanti akan terbayarkan.
Akan lebih mudah untuk bilang, "oh saya suka prosesnya, hasil akhir hanya ganjaran". Saya pun berharap suatu hari bisa bicara seperti itu. Namun seperti yang saya rasakan sekarang, kita menua dan seiring pendewasaan, orang orang yang dulunya memikul tanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup diri kita juga menua. Orangtua saya menua, saya tidak bisa terus menerus seperti ini.
Saya biasa berpikir bahwa saya masih muda, maka dari itu ambil semua kesempatan yang saya punya untuk mencoba dan gagal (jika memang harus gagal). Untuk melebarkan jangkauan saya mengenai apa yang menarik hati, passion/ panggilan hati/ obsesi terserah apa namanya. Dengan pola pikir seperti itu saya sudah mencoba bertani hidroponik, pengolahan kayu menjadi furnitur, blogging, belajar programming, robotik, bahasa asing(swedia, prancis, jerman) dan ilmu manajemen, tapi apa yang saya dapatkan adalah sebuah progres kecil-secuil peningkatan yang tidak bisa dihargai dengan rupiah-jangankan dollar.
Jack of all trades, master of none. Manusia serba bisa yang hasil kerjanya nggak bisa diseriusi. It pains me, untuk mendeskripsikan diri saya sebagai orang semacam ini tapi begitulah adanya. Mengawang di kehampaan, saya merasa ada yang hilang dari diri saya, sesuatu yang tertutup tumpukan kekhawatiran dan kekecewaan dan saya sangat benci semua bagian dari merasakan seperti ini. Saya rindu sekali merasakan excitement dari keinginan untuk melakukan proyek baru.
Apakah saya membutuhkan solusi ? tentu saja. Namun untuk sekarang saya rasa, saya sudah punya jawaban sementara mengenai apa yang perlu saya lakukan. Harus fokus, satu titik. Via Vallen kadang ada benarnya, ayah saya juga setuju. Sorry myself, saya akan menjadi membosankan untuk sementara.