Jadi pertanyaan gua, apa itu FI ??? Kenapa nggak semua motor ada FI-nya ????
Setelah gua cari tau ternyata, FI adalah singkatan dari Fuel Injection yaitu sebuah sistem mekanis yang menggunakan teknologi pengontrol yang fungsinya mengatur udara dan pasokan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran secara efektif dan efisien.Nah... Sistem injeksi merupakan teknologi penerus sistem karburator pada kendaraan bermotor. Jadi gua simpulkan motor yang nggak punya singkatan FI di namanya adalah motor yang masih karburator.
Sistem Injeksi ini dilengkapi dengan yang namanya ECM atau Electronic Control Module yang fungsinya secara otomatis mengontrol besaran bahan bakar dan udara yang pas pada kondisi – kondisi cuaca tertentu.
Untuk membantu ECM dalam mengkalkulasi AFR yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin dan udara sekitar mesin ada yang namanya Sensor Udara.
Jadi gimana cara kerjanya ???
Sistem injeksi ini akan mulai bekerja saat bahan bakar turun atau mengalir dari tangki bahan bakar menuju proses atomisasi, yakni proses pengkabutan bahan bakar yang akan disemburkan melalui throttle valve.Proses pengkabutan bahan bakar tersebut terjadi karena bahan bakar mengalami pemampatan dan memperoleh tekanan yang cukup tinggi, sehingga diperoleh hasil berupa asap atau kabut. Nah bahan bakar berbentuk kabut ini akan dikeluarkan lewat lubang injektor canonical yang posisinya menghadap ke ruang bakar mesin.
Kelebihan
1. Emisi gas buang rendah
Emisi gas buang yang dihasilkan dari mesin injeksi akan relatif lebih sedikit karena pembakaran yang dihasilkan dari mesin berinjeksi lebih sempurna jadi nggak banyak meninggalkan emisi gas buang akhir.
2. Lebih Irit
Lebih hemat dalam penggunaan BBM karena pasokan bahan bakar untuk mesin disesuaikan sama kebutuhan si mesin.3.Lebih bertenaga
Mesin yang menggunakan teknologi injeksi bakalan lebih bertenaga karena Konstruksi injektor tepat berada pada intake manifold sehingga pencampuran bahan bakar lebih homogen dan pembakaran yang dihasilkan lebih sempurna.4.Perawatan Mudah
Karena bersifat elektrik, maka perawatan mesin berinjeksi relatif lebih mudah, karena tidak perlu bongkar karburator saat melakukan servis rutin, hanya perlu menyetel lewat alat khusus.Kekurangan
1.Sangat sensitif
Karena sistem kerja dari injeksi adalah otomatis dan elektrik jadi semua data dan proses harus sempurna, jika ada kesalahan sedikit saja maka sistem ini nggak bakal bekerja dengan sempurna. Sistem injeksi ini juga nggak tahan terhadap benturan atau goncangan, karena jika mengalami benturan yang cukup keras akan berakibat rusaknya ECM (engine control module) , dan biaya perbaikannya pun cukup menguras kantong.
2.Kurang responsif
Karena sistem ini bekerja melalui sensor yang diterima, dan sensor yang bekerja lebih dari satu maka akan membutuhkan sedikit waktu agar sistem ini bisa bekerja dengan baik.
3.Kurang Tenaga Ahli
Karena teknologi ini tergolong baru di Indonesia, maka tidak semua bengkel dapat melakukan servis dan perbaikan mesin sistem injeksi ini. Sehingga mengharuskan pemilik untuk melakukan servis kendaraannya di bengkel resmiThanks.

0 komentar:
Posting Komentar