tidak dicatat melainkan diketik

Minggu, 22 November 2020

First Step of Healing

Saat ini saya merasa lebih baik, terima kasih untuk suatu quote yang saya juga lupa punya siapa. "First step to heal is to accept that you are not okay". 

Rabu, 18 November 2020

Please God, tell me what to do...

 Kamu gak akan percaya dengan seberapa sinis saya saat ini. Saya buka website blogger barusan, saya langsung hapus satu post yang menurut saya menjijikan. Just that much. Faktanya, inilah yang saya rasakan beberapa minggu belakangan. Rasa jijik pada banyak hal yang ada didunia ini. Jijik pada diri sendiri, pada orang lain, semua orang. Bahkan musik nggak lagi menenangkan, musik jadi menjijikan atau mungkin memang selalu menjijikan. Kayak Ophelia nya The Lumineers, kamu pernah ngak sih mikir bahwa itu lagu tentang seorang cowok yang manggil manggil ceweknya. And for what reason it is ? Sex, an Act of self fulfillment and to prove that he is worth something. I mean, thats what love is, isnt it ? to convince ourself that how bad we are right now, how hated and disgusting we are, that at least there is one person who can accept it and willing to protect and love and care for us and willing to do things that we hope people do to us. Because, hell we know how they are treating us, we know how this world  step on us, playing with us. And we know when that thing happens, nothing will change how god act. He will keep testing us, playing with destiny in this very game he wrote. Not saying anything about god, whether he is good or bad, or fair or not. One bad things wont change how god treats us. I dont know since when i became so upfront and this bold about concept of god. I surpised myself even.

Procastinate hal yang harus kamu lakukan itu satu hal. Procastinate hal yang kamu memang ingin lakukan itu hal lain. Kenapa kita menunda mengerjakan sesuatu yang seharusnya dilakukan ? Karena kita ingin melakukan sesuatu yang kita inginkan. Mungkin suatu hari nanti kamu akan sampai di poin ini, dimana bahkan sesuatu yang ingin kamu kerjakan karena menarik, atau menyenangkan atau lebih menjanjikan terasa sangat berat dan selalu terasa bukan waktunya. Nanti. Nanti. Nanti aja. Besok. Besok Pagi. Persetan ! Saya ada di poin dimana semua hal ini terulang terus dan lagi dan lagi mengakibatkan bukan hanya unproductivity tapi perasaan mual akan bego, lemah dan buruknya diri saya. Saya nggak tahu lagi apa yang saya rasakan. Lelah tanpa alasan itu lemah namanya. Lemah ketika kamu punya segala hal yang kamu butuhkan untuk jadi kuat-bodoh namanya. Tulisan di blog ini memang selalu kayak gini, saya menulis tentang keluh kesah, lelah, lemah dan kebodohan. I've learnt to accept it and really stop to publishing or sharing this because this is suck nobody need this.

Am i cursed ? Am i Illuminated ? Am I lost ? I dont know.....whatever it is, i dont want it...but if this is one step to make me wiser,better or adding something to what i am. Please, God....tell me what to do...

Jumat, 11 September 2020

Run

 Tulisan ini ditulis dibengkel, kondisi lagi crowded banget, customer bending ribet dan kerjaan karoseri juga jalan. Kita diburu waktu, namun pemburu ini sangat amat pintar menjebak-nggak banyak dari kita sadar bahwa kita diburu. Sekilas proyek terasa mulus, deadline masih jauh-kurang lebih 3 minggu, tapi kemulusan proyek dinilai dari progres berbanding waktu. Dan jika kita mau berpikir demikian, kita dalam masalah saat ini. Kita terlalu lambat.

Salah satu keburukan dari lingkungan kerja ini adalah kita kadang nggak sadar kalau kita bikin grafik tingkat kesulitan seiring dengan tahapan produksi satu produk, grafik akan menunjukan kenaikan seiring kita mendekati finish. Background dari banyak orang disini adalah proyek structure/tangki yang punya grafik yang berkebalikan jadi dapat dipahami. Pekerjaan detailing sering jadi momok, paling tidak buat saya sendiri. Ada beberapa saat dimana kita lembur gila gilaan di akhir masa pengerjaan untuk pekerjaan pekerjaan kecil. Anehnnya kita seakan nggak belajar dari sini dan sampai sekarang masih mempertahankan mindset yang jelas jelas salah. Saya juga dengan bangga mengikut sertakan diri kedalamnya.

Saya pikir ada saatnya saya menarik diri dan mulai mengumpulkan informasi tentang hal hal yang merinci, untuk menjadi kekuatan lain selain dari yang telah berjalan. Satu pihak berbeda yang punya mindset berbeda juga, tentu hal ini secara hirarki bukan suatu yang bagus tapi jelas diperlukan jika dilihat dari skala yang lebih besar.

Selasa, 30 Juni 2020

Tentang Singkong

Hei, senang ada yang baca tulisan saya. Apapun yang kamu lakukan di keseharian kamu, semoga yang kamu lakukan selesai dengan baik. Mungkin nggak selalu mudah, ada masanya kesulitan nggak terhindarkan. Tetap melaju dan sampai semua kemungkinan tereliminasi, saya harap kamu punya tujuan lain dan mimpi lain untuk dikejar selain yang sebelumnya. Mudah mudahan mimpi baru kamu lebih menantang, lebih menyenangkan, lebih berarti buat kamu. Semoga orang yang kamu peduli tentangnya, merasakan usahamu yang kamu dedikasikan untuknya. Semoga rasa yang kamu punya tersampaikan. Love, right ?

Tentang cinta, dari orang yang belum pernah berada dalam hubungan. Semoga gak garing dan kalau pun garing semoga garing yang lucu kayak statusnya Fahri Skroepp. Ayo kita asumsikan kamu tau dia... It seems everyone that grows up with me, has reach the final stage of this journey. Seakan berhenti entah dimana, saya gak bisa lagi relate dengan mereka. Seakan terpisah dari gerombolan dan nyasar di sebuah kediaman suku pemakan batang pohon singkong-bukan akarnya atau daunnya. Sementara yang lain juga terbelah menjadi dua kelompok yang satu berakhir di kediaman suku yang hobi banget masak daun singkong pake santan dan yang di suku yang suka banget makan singkong thailand.

Suku pemakan daun singkong tahu daun yang mereka konsumsi akan tumbuh lagi dalam suatu rentang waktu. Yang mereka lakukan tidak akan merusak pohon, jadi santai aja-petik sebanyak mungkin. Daunnya rusak ? jangan dimakan, masih banyak yang lain. Cari yang tepat, sayangi dirimu. Mungkin pengalaman akan menjadikan kita sebagai orang yang lebih pintar milih daun singkong. Komunitas ini berisi para petualang, penjelajah dan orang orang dengan jiwa bebas. Hidup adalah petualangan.

Sementara sepupu saya, sebut saja Mawar tiba dan menetap di pemukiman suku yang suka makan singkong thailand. Dia mempelajari filosofi singkong thailand dengan sepenuh hati dan setelah 5 tahun menjadi murid dari seorang master singkong thailand yang terkenal disana, dia mendapat pengakuan dari penduduk setempat sebagai Master Singkong Thailand Muda yang akan meneruskan usaha gurunya mempertahankan resep rahasia yang diturunkan dari nenek moyang sang guru. Ada yang bilang rahasia resep tersebut terdapat pada pemilihan singkong yang sangat teliti, umur pohon dan jenis pohon sangat diperhatikan. Ada juga yang bilang pemilihan yang salah akan merubah rasa Singkong Thailand. Sebuah ajaran ortodoks dari suku ini bilang bahwa, semua singkong yang seseorang telah pilih harus dihabiskan tanpa ada yang dibuang. Seorang yang melanggar akan dipandang hina dan mungkin diusir dari komunitas.

Saya berada di kampung aneh ini, dimana orangnya gak tega makan pohon singkong. Gak ada juga aturan ortodoks atau orang orang yang punya jiwa muda dan penjelajah. Kampung ini penuh orang yang biasa aja, banyak diem, gak tegaan tapi umurnya pendek pendek. Anehnya kampung ini punya banyak tabib. Tabib disini biasa mengolah batang singkong untuk dijadikan obat, prosesnya sakral. Buat 1 batang yang ditebang, 3/4nya harus ditanam lagi. Katanya sih, katanya loh...nenek moyang mereka dulu pohon singkong. Filosofi kita begini, "Pohon Singkong kan makhluk juga, memanfaatkannya untuk kebutuhan kita bukannya buruk toh pohon singkong bisa dimakan dan kita bisa makannya karena memang diciptakan begitu. Cuma apa kita akan nurut aja dengan bagaimana kita diciptakan ? Apa kita sekecil itu untuk tidak melawan takdir...". Cerita yang beredar, dulu pernah orang orang kampung ini sampai pernah gak makan apa apa kecuali buah. Tapi belakangan dengan lahirnya pemikir pemikir muda (yang mengalami kebotakan) gagasan baru dikemukakan. Para pemikir muda ini percaya bahwa gak mungkin untuk melawan takdir kita yaitu menjadi ciptaan, tapi bukan berarti kita nggak bisa menjadi lebih. Mereka percaya bahwa kita bisa jadi lebih dengan menjadi ciptaan yang menjadi perpanjangan tangan sang pencipta.

Agak sinis mungkin...bahwa saya barusan menyamakan kegiatan menyayangi seseorang dengan memakan singkong. Agak aneh juga. Tapi mungkin kamu bisa dengarkan penjelasan saya dulu, kegiatan apa yang kita lakukan tanpa manfaat ? Bahkan rebahan seharian swipe HP sana sini ada manfaatnya...dan bukan hal yang buruk untuk mendapatkan kebaikan sesekali. Bukannya jadi Mario Teguhh atau siapa, tapi saya pikir hubungan juga punya manfaat. Memang bukan realita yang paling bercahaya yang kita punya saat ini, hal bisa jadi buruk-sangat buruk kadang dan punya seseorang yang masih bisa melihat kita sebagai seorang individu disaat dunia menginjak-injak? It's something. As for me, perhaps i just love loathe myself too bad i can't feel an urge or importance to feel like something. My cynical ass as usual.

Jumat, 12 Juni 2020

Terlalu

Mungkin aku terlalu banyak untuk menjadi satu yang bisa dilihat. Terlalu melebar untuk dihitung satu. Terlalu lengkap untuk diangap.

Selasa, 02 Juni 2020

Start-Up Eps. 6 : Secercah Cahaya

Mungkin pada akhirnya cinta yang tak terucap akan terulang lagi dalam cerita, dan lagi sampai akhirnya terucap. Sampai mungkin saat hati nanti patah lingkaran ini akan berhenti, mengikhlaskan tahanannya untuk pergi. Mungkin yang kita benar benar ingin lakukan memang seharusnya dilakukan, terlepas seberapa menggelikan jadinya nanti. Biar gagal datang segera, untuk melihat seberapa kuat hati kita.

Saya kembali dari workshop bapak hari ini, agak malam-sekitar 18.30an. Tidak seperti hari lain aku membawa sesuatu hari ini, prototype bisa dibilang. Yang pada prosesnya bukan suatu kegiatan membuat prorotype dari suatu desain-melainkan proses design+pembuatan itu sendiri yang secara langsung dan bersamaan dilakukan. Saya sadar bahwa proses membuat yang paling efisien adalah yang bikin tangan kotor. Dan juga yang tingkat realisasinya paling tinggi. Kamu bisa cek belasan rancangan tanpa realisasi di komputerku. Led by wonder, saya melahirkan entah...karya ini ? Belum bisa dibilang produk karena masih banyak kekurangannya. Saya benar benar menyukainya.

Finishing. Cat. Tunggu Kering. Walaupun ada kegagalan dalam pengecatan pertama yang entah kenapa gak bisa kering, yang selanjutnya membutuhkan saya untuk mencuci karya ini dengan thinner. Karya ini selesai, lebih cantik dari bentuk dasarnya dan memberikan kesan yang menyenangkan saat melihatnya. Belum bisa disebut produk, tapi semakin dekat.

Visi saya tentang karya ini terasa tersampaikan, Seperti "apa maksud karya ini ? dimana tempat karya ini ?" somehow orang yang saya tunjukkan wujudnya dapat memahami dan itu benar benar menunjukkan potensi karya ini menjadi suatu produk. Menyenangkan.

Senin, 25 Mei 2020

Tentang Kematian

Kenapa kita mau hidup ? Kalaupun mimpi kamu nggak tercapai pada akhirnya orang nggak akan ngecap kamu sebagai kegagalan, kamu dihentikan takdir. Kalaupun keluarga kamu besok kehilangan kamu mereka akan berduka dan dengan waktu akan pulih melanjutkan hidup.  Semua rasa peduli orang orang yang ada didekatmu nggak penting lagi, yang peduli akan sedih dan yang nggak peduli ngggak kenapa-kenapa. Dua duanya nggak kamu rasa lagi. Cinta. Cinta orang orang padamu nggak akan dirasa lagi, kalau kamu percaya kekuatan doa dan siksa kubur kamu bisa abaikan ini. Tapi cinta yang kita haus akan rasanya nggak akan kamu dapat lagi, kamu sendiri berjalan ke arah misteri yang tak satupun seorang bijaksana bisa pastikan. Kenapa kamu mau hidup ?

Kamu nggak punya hutang apa apa (kecuali kamu punya) terhadap umat manusia. Kamu bisa pergi semau kamu, karena kamu juga nggak punya ingatan sedikitpun kamu pernah minta hadir disini. Coba pikirin lagi, kamu didunia yang luar luar biasa besar. Apa signifikansi kamu ? Kamu bisa hilang saat ini juga dan dunia masih berputar.

Dia bilang pada saya dulu, "Kalau saya tiba tiba mati besok....saya takut dirindukan.". Kita duduk dikelas waktu itu, AC kelas dingin banget karena tiga per empat populasi kelas nggak ada ditempat seharusnya. "Saya takut kalau saya mati, keburukan saya dilupakan orang orang sedangkan kebaikan saya digembor gemborkan..." dia bilang. Iya juga pikir saya. Kalau kamu mati saat ini siapa yang bisa konfirmasi cerita cerita orang tentang kamu ? Semuanya cerita akan baik-baik aja, semua orang akan maafin kamu dan jika ada hari dimana kamu merasa sangat dicintai adalah hari pemakamanmu. Tapi sayang kamu nggak lagi bisa merasakannya. Tapi sayang cerita baik orang orang nggak bisa bikin dada kamu membusung lebih dari biasanya saat kamu jalan. Nggak ada anget2 aneh saat kamu tau kamu dicariin. Kematian memudarkan karakter kita...saat mati kita seakan akan jadi malaikat.

Apa maksud tulisan ini ? Jujur saya nggak tau. Dimasa pandemi kayak gini, pikiran tentang kematian jadi topik menarik untuk dibayangkan. Kalau saya tiba tiba ter-infeksi dan sakit, pikiran ini akan semakin menghantui. Berhubung pandemi ini belum menunjukan itikad baik untuk pamit, seharusnya kamu juga mulai memikirkan hal ini. Cuma saat sakit kita bisa menghargai sehat. Cuma saat hidup kita akan takut akan kematian. Cuma saat digerbang kematian kita bisa lebih jelas memandang kehidupan. Saya nggak mau nunggu. "Kenapa saya mau hidup ?" jadi pertanyaan pilihan saya karena jawaban untuk pertanyaan "Kenapa saya gak mau mati ?" terlalu lebar dan mudah. Mungkin kalau kamu punya alasan yang tepat untuk terus lanjut hidup-alasan yang sesuai dengan rencana tuhan, kamu akan tetap selamat. Tapi siapa yang tau ?

Selasa, 07 April 2020

Start-Up Eps. 5

You can change what you do, but you can't change what you want.  -Tommy Shelby

Saya stuck. No progress. No update. That's all.

Ini jalan yang berat, bahkan diawalnya kamu sudah dihentikan oleh dinding tak terlihat ini. Prinsip awal perusahaan adalah untuk membantu-mempermudah. Masalahnya adalah dunia yang kita tempati saat ini adalah dunia yang penuh kemudahan. Semua jawaban ada diinternet-laper?gofoof, males naik KRL Gojek...Cari furnitur? TokPed....Easy as we could possibly imagine dan belakangan saya merasa jika ada yang lebih bisa dipermudah lagi itu membutuhkan pengembangan secara serius dari banyak sisi. Ada area abu disuatu tempat, suatu lahan yang belum tersentuh yang memenuhi persyaratan bahwa ikita peduli pada bidang tersebut dan bidang itu dibutuhkan. Area yang sudah pasti tidak meliputi ide usaha yang sebelumnya saya pikir termasuk.

Waktu akan membuat kita jujur.

Tentang Kerja Sambil Kuliah

Langsung ke inti tulisan, kerja sambil kuliah bukan untuk semua orang. Statement yang gua bisa simpulkan setelah selama 4 Semester melakukan kegiatan melelahkan, ngeselin dan kadang bikin gua mikir lagi tentang alasan kenapa gua mau kuliah. Kalau jawaban tadi udah memuaskan lapar kamu akan kepastian yang dapat diperoleh dari orang yang udah kurang lebih dua tahun mencoba di kehidupan nyata ide luar biasa kamu, kamu boleh pergi-sama sama.

Belakangan saya/gua (agak labil pake yang mana) jarang nulis blog ini, terlalu sibuk adalah alasan yang mungkin akan ngasih kesan keren dan nutupin fakta bahwa tidur lebih memberi keuntungan pada kondisi saya saat ini. Lelah-tekanan-rasa takut yang pelariannya cuma bisa dengan tidur, jadi alasannya. Bukan buat nakut nakutin tapi ini yang akan kamu hadapi ketika kamu ngambil jalan tengah ini. Jalan yang sepi dan dingin untuk makhluk kurus kerontang seperti saya.

Mengingat kembali saat saya membayangkan dan berharap kehidupan kampus yang penuh waktu senggang, begitu damai-mungkin akan sering main dan ngobrol bareng sesama mahasiswa-baca buku novel dan buku buku ideologi kayak bukunya friderich nietzche. Sampai akhirnya angin apa memasukiku untuk mengambil Kelas Malam dan membagi waktu dengan kesibukanku mengurus usaha bapak. Maksudku, bukan keputusan yang buruk walaupun bukan yang baik juga. Tapi, kalau ekspektasi kamu adalah untuk mendapatkan kehidupan selayaknya manusia manusia muda penuh hormon pada umumnya-keputusan untuk masuk kelas malam dan kerja adalah kebodohan yang absolut.

Saya yakin kamu kuat, salah satu kemampuan paling mencengangkan yang manusia miliki adalah bagaimana kita dapat beradaptasi dengan lingkungan apapun yang kita pilih untuk hidup didalamnya. Statement yang besar, untuk pikiran yang kecil. Sejalan dengan waktu yang kamu habiskan nanti, kamu akan melengkapi diri kamu dengan semua yang kamu butuhkan untuk menjalaninya. Jadi kalau gitu apa yang saya maksudkan dengan "Kuliah Malam Bukan Untuk Semua Orang" ? Saya yakin apa yang saya coba katakan adalah tentang hal lain yang akan menguji kamu sebagai seorang yang kuat. Hal yang benar benar saya sulit untuk bisa lakukan, lebih sulit dari mengatur energi dan waktu (Mood juga). Untuk menjadi Rendah Hati.

Pengalaman-ku mengatakan bahwa kerja itu melelahkan, entah kantoran maupun lapangan. Kerja itu capek dan kalau kamu ketemu teman kamu atau orang yang gak kamu kenal masih sempat mikir jauh kedepan dan mengambil kesempatan kuliah tanpa melepaskan kewajibannya bekerja-percaya saya orang itu orang hebat. Sayangnya gak semua orang bisa liat itu, kecuali dosen dosen yang ngajar kelas malam. Kamu bisa debat ini, kamu bisa bandingkan dengan kegiatan kamu yang penuh kesibukan organisasi-blah blah blah diakhir hari kamu akan malu sendiri dengan argumen-mu. Kerja itu berat-kuliah itu berat, berat yang dipanggul anak kelas karyawan mungkin 3 kali beban yang kamu rasakan saat ini. Beban yang kamu pilih untuk ambil jika kamu milih opsi kerja-kuliah.

Ketika nanti kamu pilih opsi ini, ingat bahwa kamu milih opsi ini untuk diri sendiri. Ambil semua pahitnya, nggak semua orang ngerti beban yang kamu pikul (walaupun seiring waktu akan). Sayangi diri kamu sendiri dengan tidak mengemis rasa hormat orang lain, pengertian ataupun keringanan karena akan jarang kamu bisa dapet hal hal itu. Jalan dengan kecepatan kamu sendiri-kalau gagal coba lagi. Kalau ada anak senior yang teriakkin kamu di Lab karena mereka merasa berhak untuk melakukannya-ambil aja jangan biarin omongan mereka melukai harga diri kamu. Kamu tahu yang mana anak kecil-mana orang dewasa, kamu tahu dunia dan hidup berdiri tegak didalamnya. Jangan ganggu masa pendewasaan orang lain yang mungkin berjalan lebih lambat dari punyamu. Jangan iri.

Untuk menjadi rendah hati, untuk kuat melaju, tak tersentuh tanpa kehilangan semua kapasitas kamu untuk menjadi baik adalah apa yang kamu butuh. Apa yang aku butuh dan coba miliki di masa masa berat ini. Rasa nggak enak kamu ketika ninggalin temen kerja kamu yang lembur karena kamu punya kelas atau ujian untuk dihadiri nanti ngedorong kamu untuk melakukan lebih diwaktu kerja normal. Kuliah malam bukan untuk semua orang, kuliah malam untuk kamu yang berjuang dalam diam dan nggak merasa butuh dipandang dengan hormat oleh orang lain.

Untuk saya sendiri saya belum bisa nyebut diri saya anak malam sepenuhnya, saya kerja untuk perusahaan keluarga saya dan belum pernah kerja untuk orang lain. Tuhan maha tahu apa yang terjadi jika Boss-mu merangkap jabatan sebagai orangtua-mu juga. Semoga apa yang aku rasakan dan amati selama ini mewakilkan kondisi dan tantangan kita (kamu juga mungkin ?). Okay...thats all.

Update : Saya dapet tawaran program fast track langsung S2, dengan syarat kuliah pagi....well, makin sulit sih ngatur fokus dan waktunya. Saya bahkan gak tahu masih mungkin gak saya untuk aktif secara serius di workshop, but...someone has to find out.

Sabtu, 11 Januari 2020

My Life January 2020

Tulisan ini dibuat satu tahun lalu, januari tepatnya, saya kira saya publish ternyata cuma masuk draft. Kalau melihat tulisan saya sebelumnya kamu mungkin akan lihat seberapa banyak satu tahun dapat merubah seseorang.

Ada gagasan baru di awal tahun 2020 ini tentang menuliskan update dari kehidupan membosankan penuh kenyamanan dan kecukupan saya di blog ini di akhir Januari setiap tahunya, tujuannya untuk memantau dan merekam semua perkembangan ataupun event dalam hidup saya yang terjadi dalam hidup saya setahun kebelakang.Secara terang terangan membuka semua aib dan juga prestasi jika memang hal tersebut mungkin ke dunia tak terbatas internet untuk disantap secara gratis oleh FBI dan Illuminati yang dikemudian hari di gunakan untuk memanipulasi saya. Entahlah, sesuatu yang benar benar salah dan seharusnya tidak dilakukan malah kadang terasa begitu benar ketika kita pada dasarnya menginginkannya.

Logika kita akan membuat sanggahan sanggahan yang pada akhirnya akan membenarkan segala hal yang kita tahu jelas salah. Dalam kasus saya, kepercayaan diri yang berlebih bahwa saya suatu hari nanti akan menjadi seorang yang berdampak besar pada dunia ini membuat saya merasa perlu menyajikan riwayat hidup karya saya sendiri untuk orang orang yang mencari biografi saya. Tanpa bias, tanpa eksagerasi. Sebuah jurnal berisi curhatan seorang Rifqi diumur 21 tahun. Satu hal yang begitu melekat pada diri saya sejauh ini adalah anggapan bahwa "Saya Spesial".

Kita menua, memandang dari sudut yang lebih tinggi dari permukaan tanah seiring kita tumbuh. Dunia tampak lebih luas seiring rumah tempat kita tumbuh terasa lebih sempit. Angin di ketinggian ini merusak rambut sisiran ibu. Disuguhi realita dunia luar yang kadang menyedihkan dan dingin. Diceritakan tentang kisah kisah sedih mimpi dan pemimpi yang jatuh. Kelaparan. Beban Hidup. Tuntutan Kebutuhan. Kebohongan. Putus Asa. Kematian. Realita kita memiliki sisi yang jarang diceritakan semua orangtua saat kita lebih muda, sisi yang terlihat hanya jika kamu melangkah sendiri di dunia luar. Dan semua hal tersebut tidak mengubah sedikitpun satu hal ini, hal yang entah kebenarannya ada atau cuma konfiden tak berdasar. "Saya Spesial" saya dimaksudkan untuk hal hal besar dari dunia ini, untuk menjadi lebih dalam banyak artian. Panggil itu ketamakkan duniawi atau sikap narsisme. Dan mungkin aku belum melihat dunia ini sepenuhnya....tapi kepercayaan ini menempel-entah seberapa buruk kondisi kami atau seberapa putus asa saya sedang rasakan. Marah atau menyesal. Satu hal ini menempel gak mau lepas.

Entah apa peranmu di dunia ini-entah kamu pilot, kamu polisi, kamu pengusaha, guru, kamu tukang cimol atau dukun.....aku percaya kamu spesial dan berhak serta bisa untuk meraih lebih dari yang kamu rasa biasa. Untuk menolak mediokritas dan meraih hal hal yang lebih. Untuk menolak tunduk pada aturan dan mulai melakukan apa yang kamu rasa benar dan lebih baik jika dilakukan. Perseta dengan atasan, persetan dengan kosep keumuman masyarakat. Kita punya passion, kita sangat peduli pada apa yang passion kita bersangkutan dengan oleh karena itu gak ada aturan atau atasan yang menghalangi kita. Untuk menanamkan didalam diri bahwa saya spesial ! Kamu Spesial ! Semua orang spesial dan oleh karena itu entah pengalaman atau ilmu apa yang orang lain coba jejalkan kepada kita tidak seharusnya menghalangi kita untuk mekar menjadi individu terbaik yang kita berpotensi menjadi. Semua orang...spesial.