Tulisan ini dibuat satu tahun lalu, januari tepatnya, saya kira saya publish ternyata cuma masuk draft. Kalau melihat tulisan saya sebelumnya kamu mungkin akan lihat seberapa banyak satu tahun dapat merubah seseorang.
Logika kita akan membuat sanggahan sanggahan yang pada akhirnya akan membenarkan segala hal yang kita tahu jelas salah. Dalam kasus saya, kepercayaan diri yang berlebih bahwa saya suatu hari nanti akan menjadi seorang yang berdampak besar pada dunia ini membuat saya merasa perlu menyajikan riwayat hidup karya saya sendiri untuk orang orang yang mencari biografi saya. Tanpa bias, tanpa eksagerasi. Sebuah jurnal berisi curhatan seorang Rifqi diumur 21 tahun. Satu hal yang begitu melekat pada diri saya sejauh ini adalah anggapan bahwa "Saya Spesial".
Kita menua, memandang dari sudut yang lebih tinggi dari permukaan tanah seiring kita tumbuh. Dunia tampak lebih luas seiring rumah tempat kita tumbuh terasa lebih sempit. Angin di ketinggian ini merusak rambut sisiran ibu. Disuguhi realita dunia luar yang kadang menyedihkan dan dingin. Diceritakan tentang kisah kisah sedih mimpi dan pemimpi yang jatuh. Kelaparan. Beban Hidup. Tuntutan Kebutuhan. Kebohongan. Putus Asa. Kematian. Realita kita memiliki sisi yang jarang diceritakan semua orangtua saat kita lebih muda, sisi yang terlihat hanya jika kamu melangkah sendiri di dunia luar. Dan semua hal tersebut tidak mengubah sedikitpun satu hal ini, hal yang entah kebenarannya ada atau cuma konfiden tak berdasar. "Saya Spesial" saya dimaksudkan untuk hal hal besar dari dunia ini, untuk menjadi lebih dalam banyak artian. Panggil itu ketamakkan duniawi atau sikap narsisme. Dan mungkin aku belum melihat dunia ini sepenuhnya....tapi kepercayaan ini menempel-entah seberapa buruk kondisi kami atau seberapa putus asa saya sedang rasakan. Marah atau menyesal. Satu hal ini menempel gak mau lepas.
Entah apa peranmu di dunia ini-entah kamu pilot, kamu polisi, kamu pengusaha, guru, kamu tukang cimol atau dukun.....aku percaya kamu spesial dan berhak serta bisa untuk meraih lebih dari yang kamu rasa biasa. Untuk menolak mediokritas dan meraih hal hal yang lebih. Untuk menolak tunduk pada aturan dan mulai melakukan apa yang kamu rasa benar dan lebih baik jika dilakukan. Perseta dengan atasan, persetan dengan kosep keumuman masyarakat. Kita punya passion, kita sangat peduli pada apa yang passion kita bersangkutan dengan oleh karena itu gak ada aturan atau atasan yang menghalangi kita. Untuk menanamkan didalam diri bahwa saya spesial ! Kamu Spesial ! Semua orang spesial dan oleh karena itu entah pengalaman atau ilmu apa yang orang lain coba jejalkan kepada kita tidak seharusnya menghalangi kita untuk mekar menjadi individu terbaik yang kita berpotensi menjadi. Semua orang...spesial.
0 komentar:
Posting Komentar