Oke, keadaan menjadi lebih baik sekarang. Paling tidak keadaan psikologis saya. Ada perasaan lega karena sebagian dari apa yang ingin saya lakukan sudah saya lakukan. Ada juga bagian yang haus untuk meminta lagi dan lagi.
Ada 3 aspek yang ingin saya perbaiki sekarang dari diri saya. Yang pertama adalah mengenai kuliah. Saya sedikit resah belakangan karena mulai merasa kuliah tidak ada artinya. Seperti perasaan dikecewakan oleh sistem yang gagal untuk membentuk saya. Saya nggak bisa terlalu menyalahkan sih, karena saya akui saya agak susah diatur dan cenderung melangkahi track yang diatur. It feels like i am cheating but dengan cara yang jujur. White Cheating ? Mungkin kata yang paling tepat outsmarting the system. So, yeah sekarang saya berada di tingkatan ini penuh dengan kehampaan, Impostor Syndrom ?
Kedua adalah mengenai skill real life, okelah saya bisa baca beberapa buku dan mastering Indnustrial Engineering dari buku2 tersebut. In fact sudah saya targetkan untuk dilakukan bulan depan, September 2021. Tapi bacaan ya bacaan, kalau saya gagal untuk menemukan koneksinya dengan real life atau kalau muluk muluk untuk bisa menerapkannya di kehidupan nyata ya untuk apa ? Nanti cuma bakal lupa doang. Saya rasa seorang mahasiswa harus punya ini, semacam media untuk mencoba ilmu barunya-seperti punching bag untuk mencoba jab yang baru diajarkan.
I am lucky to have it, saya punya perusahaan ayah saya untuk dijadikan canvas. Dan ini yang membawa saya ke aspek ke 3. Penganggaran resources, saya sudah cukup tumbuh untuk mengerti mengani berharganya energi dan waktu. Sometimes you have the energy but you don;t have the time. Sometime it's reversed and that i feel is sucks. Tentu saya nggak terlalu berbesar kepala untuk bilang 24 jam itu kurang dalam 1 hari, masih ada halangan yang datangnya dari diri saya, procrastiination.
Mengenai aspek ketiga, saya masih belum menentukan kebijakan saya, opsinya ada dua mungkin. Pertama saya akan fokus membangun usaha saya sendiri. Kedua saya akan mencoba lebih aktif di workshop. Keduanya merupakan opsi yang feasible, namun saya pikir akan lebih mudah untuk mengambil yang pertama; selain lebih bebas saya juga akan membangun kredibilitas saya dalam berusaha. Minusnya terdapat pada resources berupa finansial mungkin dan pemasaran. Saya mungkin gak selalu bisa melakukan nya sendiri, mungkin saya akan utuh bantuan orang lain. Again, i haven't decided.
Opsi kedua memang lebih aman dan lebih mungkin untuk terjadi, resikonya akan sedikit lebih kecil karena saya tidak secara total in control. Mungkin satu satunya yang membuat saya kurang memilih opsi ini adalah ego. I need to decide.
Ada opsi lainnya juga, dari usaha yang hendak saya lakukan ada beberapa opsi yang harus dipilih. Furniture, Blogging dan Farming. Farming rasanya paling feasible, blogging paling ekonomis dan juga sejalan dengan agenda bulan September saya, sedangkan furnitur paling butuh banyak biaya tapi paling mudah dalam penjualan (produknya ada dan bisa dijual di online). Again, must decide.
Semakin lama saya memutuskan semakin dekat saya dengan perkuliahan semester depan yang saya rasa akan sedikit lebih rumit, offline atau online ? entahlah. Permasalahan pengulangan mata kuliah juga masih belum selesai, jujur saja-jikapun saya akan ditendang dari program saya merasa OK saja,
Agak sedikit kecewa pastinya karena kemungkinan saya akan gagal jadi dosen tapi kalau dipikir2 waktu dan tenaga yang saya akan kerahkan ke perkuliahan S2 terasa kurang worth it. Enak sih dapat waktu tambahan untuk mengembangkan income saya selepas lulus tapi saya juga kurang yakin akan bisa melakukannya dangan perkuliahan S2 yang saya ekspektasikan akan sepenuhnya berbeda. Jadi mungkin menghadapi rasa takut head to head dengan job hunting dan pengangguran adalah opsi yang cukup bijak, yang memberatkan adalah uang gedung 10 juta yang sudah dibayarkan 7 juta. Kalau bisa begitu saya akan lulus di 2022 pertengahan. Enough time to grinding my ambition on building my business....i guess for this one we can only wait and see.