tidak dicatat melainkan diketik

Rabu, 22 September 2021

Dicabut, diabaikan.

Ada hari, malam-malam dimana saya merasa ditertawakan dunia. Saat harapan, cita cita dan doa seperti diabaikan-dicabut dari diri. Saat kaki berat melangkah pulang, ingin terus bertahan, ingin tetap berjuang.

Malam yang penuh ketakutan, rasa marah dan kekecewaan. Dan walaupun begitu saya pulang. Hari esok bisa menunggu, besok saya mungkin dicaci dan dipermalukan-tapi itu besok.

Malam ini saya pulang, untuk sekedar memberikan waktu diri ini untuk bersiap, untuk menjauh dan berlindung. Untuk mencuci tangan yang dihias luka goresan, mengganti pakaian yang kusut berlumpur, memberi siraman pada rambut yang dikotori tanah pasir dan kaki yang sehari ini terbungkus.

Dan saya pulang, kali ini bukan untuk istirahat melainkan bersiap. Karena besok ada pertarungan lainnya yang harus dihadiri, masalah yang perlu dicarikan solusi, pikiran dan ide yang perlu realisasi, keputusan yang perlu dipertimbangkan.


0 komentar:

Posting Komentar