Jumat, 23 Desember 2022
Tahun Ini
Selasa, 30 Agustus 2022
Keresahan
Senin, 16 Mei 2022
Tenaga, Waktu dan Uang
Here's an idea. Saya pikir kalau kita perlu membagi sumberdaya yang seseorang miliki-kita dapat membaginya menjadi 3 bagian yaitu Tenaga, Waktu dan Uang. Tidak ada penelitian dibelakang opini ini kecuali kegiatan melamun di kamar mandi. Ketiga bagian ini memiliki hubungan untuk terus menyeimbangkan alokasinnya, sebagai contoh seseorang yang mendedikasikan dirinya untuk karir mungkin akan kehilangan banyak poin pada bagian Tenaga dan Waktu namun kemungkinan besar memiliki kemampuan finansial yang kuat.
Manusia yang memutuskan untuk menghidupi gaya hidup sederhana mungkin akan memiliki waktu luang yang banyak atau tenaga yang tersedia untuk aktivitas lainnya seperti minat dan bersosialisasi. Manusia yang produktif sebagai contoh lainnya, mungkin akan kehilangan banyak tenaga dalam jangka waktu yang singkat, namun punya kemungkinan untuk memiliki waktu luang untuk menikmati hidup atau juga punya kondisi finansial yang baik.
Mungkin ada satu yang luput seperti kondisi psikis, hal ini bisa kita gabungkan dengan bagian tenaga sehingga sumber daya seseorang berupa tenaga dapat kembali dibagi menjadi 2 bagian yaitu Fisik dan Psikis. Saya rasa ada trade-off juga yang terjadi disini.
Ada kemungkinan, trade off yang dilakukan tidak berjalan secara fair-hal ini (menurut pendapat sotoy saya) mengakibatkan ketidakbahagiaan yang dirasakan seorang manusia. Seperti yang pepatah katakan, "Kerja lembur bagai kudha, yang penting cuannya ada..." kalau gak ada gimana ? ya....gak gimana gimana-jadi kuda aja. Ada error dalam pengalokasian sumberdaya, error tersebut bisa bersifat external maupun internal-ada yang bisa diperbaiki secara mandiri, juga ada yang terdapat pada sistem dimana kita hidup.
Penilaian saya terhadap diri sendiri adalah, saya kuda. Kuda ini tidak nyaman menjadi dirinya yang saat ini, kuda ini ingin menjadi lebih.
Rabu, 12 Januari 2022
Maafkan diriku, diriku
Ada banyak hal yang seharusnya membuat kecewa, meskipun begitu disinilah kita-berpegang teguh pada keyakinan bahwa semua jam, tenaga dan uang yang telah disalurkan pada "satu hal" ini suatu saat nanti akan terbayarkan.
Akan lebih mudah untuk bilang, "oh saya suka prosesnya, hasil akhir hanya ganjaran". Saya pun berharap suatu hari bisa bicara seperti itu. Namun seperti yang saya rasakan sekarang, kita menua dan seiring pendewasaan, orang orang yang dulunya memikul tanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup diri kita juga menua. Orangtua saya menua, saya tidak bisa terus menerus seperti ini.
Saya biasa berpikir bahwa saya masih muda, maka dari itu ambil semua kesempatan yang saya punya untuk mencoba dan gagal (jika memang harus gagal). Untuk melebarkan jangkauan saya mengenai apa yang menarik hati, passion/ panggilan hati/ obsesi terserah apa namanya. Dengan pola pikir seperti itu saya sudah mencoba bertani hidroponik, pengolahan kayu menjadi furnitur, blogging, belajar programming, robotik, bahasa asing(swedia, prancis, jerman) dan ilmu manajemen, tapi apa yang saya dapatkan adalah sebuah progres kecil-secuil peningkatan yang tidak bisa dihargai dengan rupiah-jangankan dollar.
Jack of all trades, master of none. Manusia serba bisa yang hasil kerjanya nggak bisa diseriusi. It pains me, untuk mendeskripsikan diri saya sebagai orang semacam ini tapi begitulah adanya. Mengawang di kehampaan, saya merasa ada yang hilang dari diri saya, sesuatu yang tertutup tumpukan kekhawatiran dan kekecewaan dan saya sangat benci semua bagian dari merasakan seperti ini. Saya rindu sekali merasakan excitement dari keinginan untuk melakukan proyek baru.
Apakah saya membutuhkan solusi ? tentu saja. Namun untuk sekarang saya rasa, saya sudah punya jawaban sementara mengenai apa yang perlu saya lakukan. Harus fokus, satu titik. Via Vallen kadang ada benarnya, ayah saya juga setuju. Sorry myself, saya akan menjadi membosankan untuk sementara.