tidak dicatat melainkan diketik

Jumat, 18 April 2025

One Man Army

So, today is a national holiday....and it has been terrible. 

Saya bangun pagi ini karena Keyla (adik saya) minta tolong diantar ke sekolah. Kegiatan ekskul atau OSIS saya ngga tau...yang saya denger cuma sabtu besok dia harus tampil di semacam pentas seni. Selalu sibuk, selalu banyak kegiatan. Tampak menyenangkan, tapi saya ngga tertarik pada pengalaman sekolah yang seperti itu sejak dulu.

Kabar pertama yang saya dengar hari ini adalah salah satu pekerja di bengkel ada yang kemungkinan akan resign. Orang ini selalu menjadi go-to ketika ada job bending plat. Saya cukup bisa mengandalkannya dan adanya dia di bengkel cukup meringankan beban saya. The thing is sebetulnya dia bekerja untuk bapak, gajinya dibayarkan bapak. Keterlibatannya dalam pekerjaan saya dikarenakan jobnya yang banyak waktu luang.

Dengan adanya kabar ini sebenarnya saya ngga kecewa juga ngga begitu pusing. Semua orang punya haknya untuk memperbaiki kehidupannya, sedikit sedikit mengambil kesempatan yang lebih baik dan selalu ada orang2 muda yang sedang butuh penghasilan diluar sana. Poin yang saya perhatikan lebih ke arah gaji yang kita (saya dan bapak) tawarkan ke orang2 yang bekerja untuk perusahaan ini.

Kita sebuah perusahaan kecil, walaupun PT... pada dasarnya kita ngga punya struktur perusahaan yang memadai. Operasional kita jalankan sendiri dari mencari pekerjaan, perencanaan produksi, purchasing hingga delivery. Idealnya tidak seperti itu...namun dengan kondisi yang kita hadapi day to day hal ini paling masuk akal untuk membuat perusahaan ini tetap survive. 

Dengan kondisi ini pun kita bukan perusahaan yang bisa menawarkan gaji UMR kepada semua pekerja kita. Pemula yang belum mempunyai skill tentu berbeda pendapatannya dengan yang sudah senior dan memiliki skill spesifik. Dengan penawaran gaji ini kita pun fair dalam permintaan kita terhadap kualitas pekerja yang tertarik untuk mencoba bekerja di bengkel ini, lebih dari sering kita menerima pekerja tanpa pengalaman dan tanpa skill.

It sounds like I'm trying to justify our inability to pay our workers by minimum wages :) wkwkwk

Beberapa hari ke depan tampaknya ada prospek pekerjaan yang lumayan besar. Kabar bahwa saya kehilangan satu faktor dari lancarnya pekerjaan ini berjalan cukup bikin saya khawatir. Tapi saya yakin semuanya bisa saya jalankan sendiri seperti biasa saja seperti sebelumnya.

Saya inget kutipan dari buku yang judulnya Sapiens, "Kemewahan cenderung menjadi kebutuhan di masa yang mendatang". Dengan adanya rekan bekerja yang ngga harus saya pikirin gajinya saya jadi terlalu nyaman dan lupa bahwa biasanya saya jalankan bisnis kecil Tekuk Plat ini sendiri. The only person you can depend on is yourself.

Meskipun dalam jangka panjang saya perlu membangun bisnis ini lebih proper dengan memiliki rekan kerja dan struktur perusahaan yang baik. For now...let's just wish for it.

0 komentar:

Posting Komentar