Tuhan, tolong. Mungkin mata kadang akan berkabut oleh momen singkat yang membuat lupa. Bahagia itu candu, untuk sejenak lupa akan realita. Aku terbuai oleh kemapanan dan hangat rumah untuk saat tadi sadar telah dibangunkan oleh sebuah cerita. Ingat kembali bahwa dunia bukan hanya tentang cahaya, dunia juga gelap. Dunia ini secara alami tidaklah terang, mataharilah yang terang. Saat malam tiba barulah kita melihat bagaimana dunia seharusnya. Maka tuhan tolong aku, dalam kesadaran ini aku menemukan diri terbaikku. Jaga aku.
Cahaya terurai tipis dari celah sudut pintu, untuk aku mampu meraba secara rupa keadaan sekeliling. Aku berbaring di kasur nyamanku tanpa beban, kecuali yang satu ini. Sementara banyak yang hidup bernafaskan dengan ketakutan dan kekhawatiran. Eh....disnilah aku. Terlahir di sisi terang dari dunia kita, terlahir dari rahim wanita pekerja keras, seorang istri dari pekerja keras yang lebih keras. Keberuntungan kejam, keberuntungan juga baik. Tuhan terima kasih.
Aku melantur begitu banyak kata yang tersusun seperti seorang pujangga mabuk yang mencoba bersabda, tapi dari semua kata tak berarti tersimpan maksud akan kekhawatiranku. Sebuah tanda tanya akan kemanusiaanku, kebaikanku dan kepedulianku. Terlahir sebagai seorang pemimpi, tumbuh sebagai seorang pejuang. Ada sedikit ruang dalam masaku untuk menjadi penolong, untuk menjadi orang baik. Yang kadang pudar, kadang begitu kuat tampak bersinar. Pertanyaan ? Oh iya, tentang pertanyaan tadi....."Apa arti negeri bertabur emas diseberang lautan untuk orang yang mati kehausan ?".
Aku bermimpi, aku membagikan mimpiku, bicara jauh akan dunia yang bisa kita raih. Dunia yang lebih baik. Tentang pencapaian pencapaian, tentang merubah dunia, tentang menjadi pemicu revolusi. Belakangan aku seperti merasa selama ini aku orang yang pamer. Mudah untuk bermimpi kalau besok-mu sudah terjamin....mudah untuk mengambil keputusan besar jika tidak ada yang dikorbankan. Mari kita tertawa sebentar, bebrapa detik saja untuk menertawai futurist kawakan kita yang bicara untuk hati terdalam kita semua. Kata katanya penuh harap, yang sayangnya tidak semua dari kita dapat konsumsi. Mimpi memang hangat untuk mereka yang dapat melihat dirinya disana. Tapi dingin menusuk untuk sebagian kita yang tidak.
Aku hanya merasa bahwa ini perlu disimpan, jadi lebih sedikit akan terngiang dikepalaku.
0 komentar:
Posting Komentar